Bagi mereka yang sudah memasuki usia 60 tahun ke atas, bertemu kembali sahabat-sahabat lama dari bangku SMP ternyata bukan sekadar nostalgia. Ia bisa menjadi “obat jiwa” yang sangat kuat. Kesempatan langka ini memberi ruang untuk menyentuh kembali akar identitas, merasakan kebersamaan yang tulus, dan menemukan makna di sepanjang perjalanan hidup yang sudah dilalui.

Hal itulah yang sedang dipersiapkan oleh angkatan 1979 dan alumni 1982 SMPN 1 Usuku Tomia. Mereka akan mengadakan reuni pada 5–8 Oktober 2026. Banyak peserta sudah menyetorkan biaya reuni sekaligus sumbangan untuk kegiatan sosial keagamaan. Respons yang antusias ini menunjukkan betapa besar harapan mereka untuk bertemu kembali di tanah kelahiran.

Reuni di usia lanjut memang punya dinamika tersendiri. Tubuh sudah tidak sekuat dulu, tapi hati justru semakin butuh kehangatan dan pengakuan. Dengan persiapan yang empatik dan penuh kesadaran akan kebutuhan lansia, pertemuan ini diharapkan menjadi momen penyembuhan sekaligus penguatan. Bukan hanya mengenang masa kecil, tetapi juga merayakan perjalanan hidup yang panjang dan menemukan kembali rasa “kita masih punya satu sama lain”.

Bagi generasi yang sudah melewati berbagai babak kehidupan—bekerja, berkeluarga, menghadapi kehilangan, dan kini memasuki masa pensiun—reuni sahabat SMP menjadi ruang yang jarang didapat di kehidupan sehari-hari. Di situ, mereka bisa tertawa lepas, saling menceritakan cerita yang belum sempat disampaikan, dan saling menguatkan tanpa perlu berpura-pura.

Panitia mengajak seluruh angkatan 1979 dan alumni 1982 yang belum bergabung untuk segera mendaftar. Semakin banyak yang hadir, semakin lengkap pula rasa kebersamaan yang akan dirasakan. Reuni ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana kita merawat jiwa di babak akhir perjalanan hidup.

Mari kita jadikan pertemuan di Oktober 2026 ini sebagai momen yang bermakna—penuh tawa, penuh syukur, dan penuh penguatan.