Perjuangan panjang sebuah keluarga di Buton Selatan yang berbuah harapan, oleh Siti Hajra.
LABUSA, BUTON SELATAN — Hari ini menjadi hari istimewa bagi keluarga di Lingkungan Labusa, Desa Lawela Selatan, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan. Akses jalan menuju kebun yang selama bertahun-tahun hanya menjadi impian, akhirnya terbuka. Kini kendaraan roda empat sudah bisa masuk hingga ke dalam area kebun.
Bukan sekadar jalan biasa. Bagi keluarga ini, terbukanya akses tersebut adalah buah dari ikhtiar panjang, kesabaran, doa, dan perjuangan bersama. Selama ini, perjalanan menuju kebun penuh kesulitan. Mereka yang berniat mengunjungi kebun harus melewati rumah warga, menerobos rerumputan liar, bahkan melintasi kebun milik orang lain dengan rasa sungkan.
Berbagai cara sudah dicoba. Keluarga mendatangi satu per satu pemilik lahan untuk meminta izin. Keinginan membeli jalur jalan pun pernah disampaikan. Namun tidak semua upaya membuahkan hasil.
Harapan sempat muncul ketika ada akses jalan yang hampir tersambung. Awalnya izin diberikan, tetapi di ujung jalan izin itu dicabut kembali. Rasa sedih tentu ada, tapi perjuangan tidak berhenti.
Titik balik datang ketika Allah mempertemukan keluarga dengan pemilik tanah yang terletak di depan kebun. Pemilik tanah tersebut membutuhkan biaya untuk membahagiakan ibunya yang sudah lanjut usia. Dari pertemuan itu lahir kesepakatan yang akhirnya membuka jalan.
“Allah Maha Adil. Ketika satu jalan tertutup, Allah bukakan jalan lain yang tidak pernah kita sangka.”
Untuk mewujudkan akses ini, keluarga mengeluarkan biaya total Rp68.560.000. Rinciannya meliputi pembelian tanah dan kebutuhan terkait sebesar Rp36.600.000, pekerjaan ekskavator Rp31.460.000, serta operator dan keamanan Rp500.000.
Kini jalan sudah terbuka. Kebun mungkin belum menghasilkan panen besar hari ini, tetapi akses yang baru ini menjadi langkah penting agar lahan lebih mudah dikelola dan dikembangkan. Harapannya, suatu hari kelak kebun ini menjadi sumber rezeki dan aset yang bermanfaat bagi keluarga hingga anak cucu.
Terima kasih kepada seluruh keluarga yang terus mendoakan. Perjuangan ini akan selalu diingat sebagai pengingat bahwa ikhtiar yang panjang, bila disertai doa dan kesabaran, pasti menemukan jalan keluarnya.
“Semoga lelah ini menjadi berkah. Kebun ini semoga kelak menjadi rezeki untuk anak cucu.”
— Hj. Siti Hajra, SE